Tips Budidaya Ikan Kerapu di Kolam

12-04-2022

Ikanwiki.com - Budidaya ikan kerapu bisa Anda pertimbangkan sebagai salah satu bisnis investasi jangka panjang. Selain itu budidaya ikan yang banyak dikonsumsi orang Indonesia ini juga tidak sulit. Hanya dengan mengikuti teknik budidaya yang benar, maka ikan ini bisa memberikan banyak keuntungan.

Ikan kerapu hidup di  air laut, dalam bahasa Inggris ikan ini disebut dengan Grouper. Jenis ikan kerapu juga banyak sekali, mulai dari kerapu batik, ikan kerapu bebek, dan ikan merah. Dalam artikel ini kami sudah menyiapkan khusus untuk Anda bagaimana cara budidaya ikan kerapu di kolam dan di tambak. Yuk simak ulasannya dibawah ini supaya tidak salah lagi.

Budidaya Ikan Kerapu di Kolam

Budidaya ikan kerapu di kolam tidak terlalu berisiko. Ada beberapa tips budidaya ikan kerapu di kolam yang bisa Anda terapkan. Sekalipun masih pemula, tapi cara budidaya ini bisa Anda ikuti untuk kegiatan bisnis Anda.

Tips budidaya ikan kerapu di kolam:

1. Memilih Jenis ikan kerapu yang tepat

Ikan kerapu memiliki banyak jenis. Jadi langkah pertama yang bisa Anda ikuti dan cepat dapat untung adalah memilih jenis ikan kerapu yang bisa hidup di kolam. Seperti jenis ikan kerapu cantang dan jenis ikan kerapu cantik.

Selain kedua jenis ikan kerapu yang bisa dirawat di kolam, jenis ikan kerapu macan, kerapu lumpur, kerapu pasir, kerapu tikus juga bisa. Setelah menetukan jenisnya, langkah selanjutnya adalah menetukan jenis indukannya.

2. Lakukan Investasi

Tips budidaya ikan kerapu di kolam selanjutnya adalah melakukan investasi. Maksudnya adalah membeli peralatan dan bibit yang kami butuhkan untuk membudidayakan ikan kerapu atau dengan kata lain modal yang dibutuhkan.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan ikan kerapu di keramba jarring apung, Anda perlu membangun keramba ajring apung beserta rumah jaga dan tempat berlindung untuk para penjaga keramba jarring apung.

3. Pilih Induk Ikan

Langkah budidaya selanjutny adalah memilih induk kerapu yang ingin dibudidayakan. Induk ikan kerapu yang bertelur akan dipelihara di laut dengan keramba jarring apung dengan padat tebar sekitar 7.5-10 Kg/M.

4. Proses Pemijahan

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk proses pemijahan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Ikan kerapu dipindahkan ke bak pemijahan yang sebelumnya telah diisi air laut bersih dengan ketinggian air kurang lebih 1,5 meter serta kadar garam + 32%.
  • Dengan menaikkan dan menurunkan muka air atau muka air setiap hari dari jam 09.00 sampai jam 14.00, maka muka air diturunkan sampai kedalaman 40 cm dari dasar bak.
  • Setelah pukul dua siang, ketinggian air kembali ke posisi semula, yakni satu setengah meter.
  • Ikuti perawatan yang diuraikan di atas sampai orang tua melahirkan secara alami.
  • Setelah proses pemijahan selesai, telur dapat dipindahkan ke nampan pemijahan khusus untuk kerapu.

5. Proses Pembiakan Ikan Kerapu

Setelah proses pemijahan selesai, proses selanjutnya adalah proses perawatan dan penetasan ikan kerapu dari telur. Berbagai hal yang perlu Anda perhatikan dalam proses ini sebagai berikut:

  • Penyediaan bak penetasan telur, yang sekaligus berfungsi sebagai bak penangkaran larva dengan ukuran beton kira-kira. 4 x 1 x 1 m.
  • Sebelum menggunakan bak, sterilisasi dilakukan tiga hari sebelumnya yaitu pembersihan dan pencucian hama menggunakan larutan kaporit dengan kandungan 50-100 ppm.
  • Setelah pemberian Chorus, bak tersebut dinetralkan dengan larutan natrium tiosulfat sampai bau kaporit hilang.
  • Sehari sebelum telur ditempatkan di bak, air laut dengan kandungan garam 32% ditambahkan ke bak untuk menstabilkan suhu bak antara 27 dan 28 derajat Celcius.
  • Telur pemijahan yang telah dibuahi (mengapung di permukaan air dan berwarna bening) dikumpulkan dengan menggunakan sistem aliran air.
  • Sebelum menetas telur harus direndam dalam larutan 1-5 ppm acriflavin untuk mencegah serangan bakteri.

6. Proses Pemeliharaan Larva Kerapu

Setelah menetas, akan muncul larva yang harus dirawat agar menjadi ikan kerapu dewasa. Langkah-langkah untuk membesarkan larva kerapu adalah sebagai berikut:

  • Pemberian pakan tambahan tidak perlu dilakukan sampai hari kedua setelah telur menetas, karena larva kerapu yang baru menetas memiliki cadangan pakan berupa kuning telur.
  • Setelah berumur tiga hari sejak menetas perlu dihentikan makan dari luar berupa rotifera brachionus plicatilis dengan kepadatan 1 sampai 3 ekor per mililiter dan juga fitoplankton chlorella sp dengan kepadatan antara 5,10 dan 10 sel per mililiter untuk menyediakan hingga usia 16 hari dengan penambahan kepadatan secara bertahap. lima hingga sepuluh per mililiter.
  • Saat sudah mencapai hari kesembilan, mendapat pakan tambahan berupa naupli Artemia yang baru menetas dengan kepadatan sekitar 0,25 – 0,75 ekor per mililiter media sampai larva berumur 25 hari dan kepadatannya meningkat hingga dua sampai lima ekor. burung per mililiter per medium meningkat.
  • Pada hari ketujuh belas, larva juga dapat menerima pakan Artemia yaitu umur 1 hari. Kemudian secara bertahap diubah menjadi Artemia setengah baya dan akhirnya menjadi dewasa sampai larva berumur 50 hari.
  • Setelah larva mulai berubah bentuk menjadi kerapu, pemberian pakan dapat berubah menjadi ikan cangkul yang lebih kecil.

Demikianlah cara budidaya ikan kerapu di kolam yang bisa anda ikuti. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang ingin memulai bisnis. Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai habis.

Artikel Lainnya