Ikan Baung: Taksonomi, Morfologi, Sebaran, Jenis dan Reproduksi

07-01-2023

Ikanwiki.com – Julukan ikan berkumis tak hanya ditujukan untuk ikan lele saja, tapi juga ikan baung. Ikan ini banyak dimanfaatkan sebagai lauk oleh masyarakat Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Ikan baung merupakan anggota genus Hemibargus dan keluarga Bagridae yang masih sekerabat dengan ikan lele, sehingga keduanya memiliki ciri fisik yang hampir sama.

Taksonomi

Berdasarkan klasfikasi ilmiah, nama latin ikan baung adalah Bagrus nemurus. Selain itu, penyebutan ikan ini di berbagai daerah pun berbeda-beda, seperti ikan bawon, bawong, baon, beong, ikan duri, senggal, singgah, tageh, tagih, siken, tiken, dan masih banyak lagi.

Ciri dan Morfologi

Marga atau genus Hembagrus awalnya dianggap sama dengan Mystus, yakni ikan-ikan keting atau lundu yang sebelumnya dikenal sebagai Macrones. Selanjutnya, marga tersebut dipisah karena anggota yang berusia dewasa memiliki tubuh berukuran besar.

Salah satu ikan baung sungai dari Indocina bagian tengah adalah H. wyckioides. Ini merupakan jenis ikan baung raksasa dengan bobot tubuh mencapai 80 kg. Secara fisik, tubuh ikan ini mirip seperti lele dengan kepala memipih agak datar, serta bagian tulang tengkorak kasar pada bagian atas tidak tertutupi oleh kulit. Selain itu, jenis-jenis ikan baung juga memiliki sirip lemak berukuran sedang yang berada di belakang sirip punggung atau dorsal.

Ikan baung tidak memiliki sisik dan tubuhnya licin, seperti lundu yang terdapat pada ikan patin. Baung mempunyai tiga duri berbisa atau disebut patil, yaitu terletak sepasang pada sirip dada dan satu sirip punggung.

Berikut ini ciri-ciri lengkap dari fisik ikan baung, antara lain:

  • Bertubuh panjang
  • Tekstur kepala kasar
  • Bentuk kepala pipih dengan bagian tulang tengkorak atas kepala yang tidak ditutupi kulit
  • Bagian atas kepala dan badan berwarna cokelat hingga kehitaman
  • Bagian tengah hingga bawah badan memutih dengan bagian bawah badan berwarna lebih terang
  • Memiliki 3 pasang sungut atau kumis di sekeliling mulut dan sepasang sungut di lubang pernapasan, panjang sungut di rahang hampir mencapai sirip anus
  • Tidak memiliki sisik
  • Tekstur tubuh licin
  • Pada sirip dada terdapat sepasang patil atau duri berbisa
  • Pada sirip punggung terdapat 1 patil
  • Pada tubuh bagian belakang terdapat sirip punggung
  • Pinggiran sirip ekornya tegak
  • Bagian ujung atas ekor memanjang seperti sungut

Ukuran rata-rata baung sekitar 20 cm dengan bobot 150 sampai 200 gram, meski ada spesies yang tumbuh jauh lebih besar, yaitu Hemibagrus wyckioides dari Indocina yang beratnya mencapai 80 kg

Sifat dan Karakteristik

Ikan baung adalah ikan air tawar yang hidup di perairan seperti sungai, danau, waduk, hingga rawa. Baung juga banyak ditemukan di daerah banjir. Di sungai Musi, Sumatra Selatan, ikan baung biasanya hidup di muara sungai berair payau. Jadi, bisa dikatakan bahwa ada spesies baung yang mampu bertahan hidup di air payau.

Baung memiliki sifat hidup bersembunyi di dalam liang-liang tepi sungai. Selain itu, ikan baung juga adalah ikan nocturnal yang aktif di malam hari untuk mencari makan, berkembang biak, dan melakukan kegiatan lainnya.

Sebaran Ikan Baung

Selain di Indonesia, baik ikan baung sungai, ikan baung laut, ikan baung raksasa, ikan baung jaksa, dan ikan baung tikus juga tersebar di beberapa negara Asia Tenggara. Ikan ini ditemukan di kawasan Cina bagian Selatan dan India. Sedangkan di Indonesia sendiri, ikan baung banyak hidup di perairan pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Mangsa / Makanan

Di alam liar, baung termasuk jenis ikan omnivore yang memakan segalanya. Beberapa makanan ikan baung adalah udang kecil, remis, ikan yang ukurannya lebih kecil, serangga, moluska, dan rumput. Namun, ada juga yang menggolongkan ikan baung sebagai ikan karnivora karena lebih sering memangsa ikan dan hewan laut kecil daripada tumbuhan.

Namun, ikan baung anakan dan dewasa memangsa pakan yang berbeda. Baung anakan memangsa serangga air, sementara baung dewasa cenderung memangsa ikan, hewan kecil, dan serangga.

Sistem Reproduksi

Perkembangbiakan ikan baung dilakukan dengan cara memijah, yakni melepaskan telur dan sperma. Proses pemijahan dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember atau pada musim hujan.

Ikan baung akan memilih lingkungan perairan yang aman dan memiliki banyak cadangan makanan saat memijah. Biasanya, lingkungan yang dipilih adalah rerumputan yang tergenang air.

Jenis Ikan Baung

Berbagai jenis ikan baung tersebar di seluruh Indonesia dengan daerah sebaran utama yaitu Jawa, Kalimantan dan Sumatra yang juga terdiri atas 3 jenis, antara lain:

1. Baung Putih

Ikan baung putih adalah jenis yang paling sering ditemukan. Ciri ikan ini adalah tumbuhnya sirip lemak berukuran pendek. Sirip punggungnya juga memiliji duri lunak yang saat terkembang akan membentuk gerigi runcing. Bentuk kepalanya pipih dan lebar dengan panjang tubuh mencapai 20 cm.

Di Indonesia, baung putih bisa ditemukan di banyak perairan, misalnya di hampir seluruh wilayah perairan Kalimantan. Sedangkan di Sumatra, ikan ini bisa ditemukan di perairan Sumatra Utara, Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan.

2. Baung Kuning

Dalam bahasa Sunda dan Betawi, ikan baung kuning sering disebut dengan ikan senggal. Panjang tubuh ikan ini mencapai 20 cm dengan bentuk sirip punggung terlipat sehingga tidak mencapai sirip lemak.

Meski disebut ikan baung kuning, namun faktanya ikan ini berwarna cokelat kekuningan dengan garis id sisi tubuh bagian tengah berwarna krem. Ikan baung kuning banyak ditemukan di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat.

3. Baung Tageh

Jenis ikan baung yang ketiga ini banyak tersebar di pulau Jawa. Di beberapa daerah, ikan ini disebut dengan nama yang berbeda-beda, misalnya orang Betawi menyebutnya sebagai ikan bawon. Sementara orang Sunda menyebutnya sebagai ikan singgal atau singgah.

Dalam bahasa Jawa, ikan ini disebut sebagai tageh. Panjang tubuh ikan baung tageh lebih besar dari kedua jenis ikan sebelumnya, yakni sekitar 38 cm. Namun biasanya baung tageh yang tertangkap berukuran kurang dari 38 cm. Ikan baung tageh mudah ditangkap dan banyak dijual di pasar tradisional di Jawa.

Nah, itulah informasi lengkap tentang ikan baung yang bisa kami sajikan untuk kamu. Setelah membaca artikel di atas sambil mencari tahu chord Buih Jadi Permadani, jenis ikan yang mana nih yang sering kamu makan? Komen di kolom komentar ya!

Artikel Lainnya